Melecehkan Ramadhan, Bloger Malaysia Dipenjara

Alvin Tan (25) dan Vivian Lee (24), dua blogger asal Malaysia tengah menghadapi persidangan pidana setelah terbukti melakukan pelecehan ibadah puasa Ramadan umat muslim. Keduanya, terancam hukuman delapan tahun penjara.



Keduanya memicu kontroversi setelah mengunggah foto ucapan selamat berbuka puasa di Facebook mereka pada 11 Juli kemarin. Dalam foto tersebut, keduanya menawarkan hidangan khas Cina “bak kut teh” atau semur daging babi, seraya mencantumkan tulisan “selamat berbuka puasa”. Seperti diketahui, makanan jenis apapun yang mengandung daging babi merupakan makanan haram yang tidak boleh disantap bagi umat Islam di seluruh dunia .

Pengadilan distrik Kuala Lumpur memutuskan Tan dan Lee sementara waktu ditahan hingga sidang berikutnya pada 23 Agustus mendatang. Jika terbukti bersalah menghina Islam, mereka bakal dipenjara hingga tiga tahun. Selain itu, menurut seorang pejabat pengadilan, keduanya juga menghadapi tuduhan lain akibat mengunggah konten porno di blog mereka dengan ancaman kurungan maksimal lima tahun.

Dilansir dari ZDnet, setelah menimbulkan kemarahan publik, keduanya pun mengupload video permohonan maaf berdurasi 1,22 menit di Youtube. Namun, politisi muda yang merangkap kepala pergerakan pemuda muslim Malaysia, Khairy Jamaluddin menolak permintaan maaf mereka. Ia meminta keduanya menjalani proses hukum yang berlaku di negara berpenduduk mayoritas muslim tersebut.



Seraya dengan Khairy, Perdana Menteri Malaysia, Najib Rajak juga turut berkomentar pedas terhadap kelakuan dua warga negaranya itu. “Tindakan pasangan muda itu kurang ajar dan telah menghina Islam. Mereka telah menunjukan kebebasan berpendapat dan berekspresi yang tidak bertanggung jawab sehingga membahayakan Masyarakat luas,” ungkap Najib.

Bukan kali ini saja Tan dan Lee menebar kontroversi di dunia maya. Tahun lalu, keduanya menjadi terkenal setelah memposting foto dan video pribadi mereka di blog. Keduanya merupakan asli warga negara Malaysia. Namun diketahui, Alvin Tan merupakan mahasiswa hukum yang memperoleh beasiswa ASEAN di National University of Singapore (NUS). Akibat ulahnya itu, pihak ASEAN bakal mencabut beasiswa Tan.

Keduanya mengganggap hal ini merupakan bahan candaan di jejaring sosial. Namun siapa sangka, lelucon yang mereka tawarkan di jejaring sosial malah mengatarkannya ke jeruji besi. Nasib mereka akan ditentukan pada 23 Agustus 2013 nanti.


Sumber : JagatReview



Cara Membuat Background Tidak mengikuti Scroll


Kalau website atau blog background selalu ikuti scroll serasa dikit kurang menarik, apalagi page web atau blog sangat lah panjang...
Bisakan membayangkannya...???
Kayak pakai rok mini, kalau cewek sik menarik tapi kalau web ato blog terasa gimana gtu...
Sekarang kita mulai aja trik solusi untuk background yang bergerak mengikuti scroll.
Pergi ke Dasbor >> Rancangan >> Edit Html.
Cari kode yang seperti ini :
 body {
text-align: center;
background: #ffffff url(http://url gambar anda);
Comic Sans MS,arial,trebuchet ms,verdana,sans-serif;
}
Cara nya tekan Ctrl+F lalu ketik   body { atau  body{.
Lalu tambahkan kode  :

background-attachment: fixed;
setelah kode : url backcground
Maka jadinya seperti ini :

body {
text-align: center;
background: #ffffff url(http://url gambar anda);
background-attachment: fixed;
dst...
Lalu tinggal SAVE..
Mudahkan..??
Semoga bermanfaat...



9 Cara Percepat Kinerja dari Smartphone Anda ( Jilid II )


Lanjutan dari :
9 Cara Percepat Kinerja dari Smartphone Anda ( Jilid I )


4. Pilih aplikasi dan antivirus terbaik
Pilih dan pasang aplikasi serta antivirus terbaik di smartphone Anda. Jangan pernah menginstal aplikasi dari pengembang yang tidak jelas, karena bisa saja berisi malware.
Instal jenis aplikasi yang berguna untuk smartphone seperti task killer, start up manager, cache cleaner, dan lainnya.
Biasakan selalu menghapus aplikasi yang dirasa jarang dipakai atau sudah tidak dibutuhkan lagi, dan hanya gunakan cukup satu antivirus saja.


5. Restart smartphone
Ini adalah cara yang paling mudah dan cepat untuk mempercepat kinerjanya. Ketika kinerja smartphone berada pada titik maksimal dan menjadi semakin lambat, restart adalah cara termudah untuk 'menyegarkan' smartphone Anda.

6. Jangan gunakan wallpaper animasi
Wallpaper animasi memang membuat smartphone Anda terlihat keren, namun ini sedikit banyak akan berpengaruh pada proses kinerjanya dan juga daya tahan baterai.


7. Hapus pesan dan email
Malas menghapus pesan dan email nampaknya menjadi penyakit utama dari pengguna ponsel. Padahal, penuhnya pesan dan email merupakan salah satu faktor utama dari lambatnya kinerja smartphone.


8. Tutup aplikasi dan fungsi yang tidak digunakan
Kita seringkali membuka sejumlah aplikasi dan fungsi smartphone secara bersamaan, dan membiarkannya terbuka terus menerus. Hal ini bisa memenuhi proses memori Anda dan memperlambat serta mengganggu kinerja smartphone secara keseluruhan.
Inilah gunanya fungsi task manager dan juga aplikasi seperti task killer.


9. Lakukan Rooting atau Jailbreaking
Rooting dan Jailbreaking akan membebaskan Anda menggunakan smartphone Anda dengan aplikasi yang lebih mumpuni, mengkustom ROM, prosesor yang bisa di overclock, dan lainnya.
Meskipun prosesnya cukup berisiko, namun Anda akan mendapat banyak manfaat lebih dari smartphone Anda dengan melakukannya.
Kekurangannya adalah potensi batalnya garansi dari smartphone. Namun hal ini bisa diantisipasi dengan kembali melakukan unroot. [mor]
Sumber : Inilah.com



9 Cara Percepat Kinerja dari Smartphone Anda (Jilid I)


Smartphone semakin mudah digunakan. Kemudahan ini membuat orang semakin banyak mengutak-atik smartphone mereka yang tanpa disadari justru memperlambat kinerjanya.

Kemudahan tersebut juga dibarengi dengan makin banyaknya fitur dan aplikasi di smartphone. Namun, umumnya pengguna tidak menyadari batas kemampuan maksimal smartphone mereka, dan terus memenuhinya dengan aplikasi yang justru memperlambat kinerjanya.
Dari aplikasi tersebut juga sering muncul masalah, seperti virus dan lainnya. Gangguan semacam ini otomatis akan membuat smartphone menjadi lebih lambat dari kemampuan aslinya.

Berikut adalah sembilan tips cara untuk mempercepat kinerja smartphone Anda :

1. Update firmware
Tiap produsen umumnya menyediakan satu kali update firmware dari tiap produk smartphone. Update ini akan memperbaiki beberapa lag, bug dan masalah lainnya yang mungkin tidak disadari Anda.
Memperbarui firmware akan memastikan smartphone Anda berada dalam performa terbaiknya.
 2. Instal ulang (factory reset) 
Factory reset adalah menginstal ulang smartphone dan mengembalikan segala sesuatunya seperti kondisi sebelumnya, atau seperti kondisi baru.
Ini adalah pilihan yang dimungkinkan jika tidak ada data sensitif yang penting di smartphone Anda. Namun Anda bisa melakukan back-up terlebih dahulu untuk memastikan data-data tersebut tetap tersimpan aman.

3. Perhatikan kapasitas memori internal
 Kapasitas rendah di memori internal mungkin menjadi alasan utama mengapa smartphone Anda menjadi lambat.
Biasakan menyimpan media seperti gambar, file mp3, video, aplikasi dan lainnya di memori eksternal, biasanya SD Card, jika memang dimungkinkan.






Nyabu, Penyanyi Kafe Diciduk


MADIUN – Siang bolong di bulan puasa, Etik Siti Sunarsih, warga Prayungan, Kecamatan Sawo, Ponorogo, yang pekerjaannya sebagai penyanyi kafe, nekat mengonsumsi sabu-sabu di salah satu hotel di Krajan, Mejayan. Aksi pada Rabu (17/7) sekira pukul 14.30 WIB itu, tercium petugas dan menggerebeknya di kamar hotel. Saat ini, Etik sudah dititipkan di Lapas Klas I Madiun.

Kasatreskoba Polres Madiun AKP Basuki Dwi Koranto dikonfirmasi menjelaskan, perempuan 43 tahun itu dicokok setelah polisi menerima informasi dari masyarakat. Yakni, curiga dengan gerak-gerik perempuan yang menginap di kamar hotel kelas melati di Krajan itu, jarang keluar. ‘’Kami melakukan penyelelidikan dan penggerebekan. Pelaku kedapatan mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu di kamarnya,’’ tuturnya.

Polisi pun mengamankan sejumlah barang bukti. Yakni sabu-sabu seberat 0,1 gram, pipet kaca yang masih ada sisa sabu, bong, korek api, gunting, sedotan serta handphone. Semua barang bukti tersebut sempat disembunyikan pelaku di lemari pakaian dalam kamar hotel. ‘’Pelaku belum banyak bicara terkait dari mana asal barang haram itu. Dia hanya menyebut dari teman laki-lakinya yang alamat dan keberadaannya nggak jelas,’’ papar Basuki.

Catatan kepolisian, Etik juga pernah terbelit kasus serupa. Saat itu yang menangkap petugas Polwil Madiun. Atas perbuatannya, pelaku bakal dijerat dengan pasal 112 ayat 1 UU Nomor 35/2009 tentang narkotika. ‘’Track record pelaku yang pernah tertangkap dengan kasus yang sama akan menjadi catatan kami,’’ katanya.

Basuki mengatakan, pihaknya berupaya mengungkap jaringan penyupali narkoba ke Etik. Dia menyakini, pengedar orang dekat Etik. Sementara itu, di hadapan petugas, Etik mengaku membeli narkoba dari temannya, dua paket kecil seharga Rp 300 ribu per paket. ‘’Hanya dipakai sediri saja, nggak niat dijual,’’ ujarnya. (aan/irw)
 
 
 
 Sumber : Radar Madiun



Cara Menganti Link Navigasi Posting Baru, Posting Lama dan Beranda dengan Tombol Gambar

Cara Menganti Link Navigasi Posting Baru, Posting Lama dan Beranda dengan Tombol Gambar

Dalam tutorial ini saya menunjukkan kepada Anda Bagaimana mengganti Posting Baru, Posting Lama dan Beranda Link navigasi dengan tombol gambar. Link-link navigasi ini terletak di bawah bagian Post. Jika Anda menggunakan bernomor Navigasi Halaman widget, link ini terlihat pada setiap posting saja. karena halaman bernomor navigasi tidak bekerja pada satu halaman posting. dan dengan menambahkan tombol gambar, tidak ada efek mengambil halaman widget navigasi.
Ikon yang digunakan dalam tutorial ini Dirancang oleh David Lanham - Amora Ikon, Anda dapat menggunakan ikon Anda sendiri.

Penting! 

Back Up Template Anda sebelum membuat perubahan apapun dalam.

Buka Blogger Dashboard -> Design -> Edit HTML

Mengganti Link Posting Lama

Cari (Ctrl+F) <data:olderPageTitle/> dan ganti dengan kode dibawah : 
<img src='http://2.bp.blogspot.com/-FIGghIlv5XA/UetbpasR17I/AAAAAAAAAos/COZQlqup7PE/s1600/w2b_next.png' style='border: 0 none;vertical-align: middle;'/>

Mengganti Link Posting Baru

Cari (Ctrl+F) <data:newerPageTitle/> dan ganti dengan kode dibawah : 
<img src='http://1.bp.blogspot.com/-zwmuWvj47h0/UetbpaqqsTI/AAAAAAAAAoo/MV_N3l4M6KY/s1600/w2b_prev.png' style='border: 0 none;vertical-align: middle;'/>

Mengganti Link Beranda atau Home

Cari (Ctrl+F) <data:homeMsg/> dan ganti dengan kode dibawah :
<img src='http://1.bp.blogspot.com/-EI_iLhLG8LE/UetbpfmYDoI/AAAAAAAAAo4/KRjIZ7jWBLE/s1600/w2b_home.png' style='border: 0 none;vertical-align: middle;'/>

Anda dapat mengubah ikon Anda sendiri dengan mengganti Url gambar di atas tiga kode.


Simpan...
Selesai.......



MAGETAN : Telaga Sarangan


Telaga Sarangan yang juga dikenal sebagai telaga pasir ini adalah sebuah telaga alami yang terletak di kaki Gunung Lawu, di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Berjarak sekitar 16 kilometer arah barat kota Magetan. Telaga ini luasnya sekitar 30 hektar dan berkedalaman 28 meter. Dengan suhu udara antara 18 hingga 25 derajat Celsius, Telaga Sarangan mampu menarik ratusan ribu pengunjung setiap tahunnya.

Telaga Sarangan merupakan obyek wisata andalan Magetan. Di sekeliling telaga terdapat dua hotel berbintang, 43 hotel kelas melati, dan 18 pondok wisata. Di samping puluhan kios cendera mata, pengunjung dapat pula menikmati indahnya Sarangan dengan berkuda mengitari telaga, atau mengendarai kapal cepat. Fasilitas obyek wisata lainnya pun tersedia, misalnya rumah makan, tempat bermain, pasar wisata, tempat parkir, sarana telepon umum, tempat ibadah, dan taman.

Keberadaan 19 rumah makan di sekitar telaga menjadikan para pengunjung memiliki banyak alternatif pilihan menu. Demikian pula keberadaan pedagang kaki lima yang menawarkan berbagai suvenir telah memberikan kemudahan kepada pengunjung untuk membeli oleh-oleh. Hidangan khas yang dijajakan di sekitar telaga adalah sate kelinci.

Magetan juga tertolong dengan adanya potensi industri kecil setempat yang mampu memproduksi kerajinan untuk suvenir, misalnya anyaman bambu, kerajinan kulit, kerajinan sepatu, dan produk makanan khas seperti emping melinjo dan lempeng (kerupuk puli, yaitu kerupuk dari nasi).

Telaga Sarangan juga memiliki layanan jasa sewa perahu dan becak air. Ada 51 perahu motor dan 13 becak air yang dapat digunakan untuk menjelajahi telaga.

Telaga Sarangan memiliki beberapa kalender event penting tahunan, yaitu labuh sesaji pada Jumat Pon bulan Ruwah, liburan sekolah di pertengahan tahun, Ledug Sura 1 Muharram, dan pesta kembang api di malam pergantian tahun.

Pemkab setempat tengah membuat proyek jalan tembus yang menghubungkan Telaga Sarangan dengan obyek wisata Tawangmangu di Kabupaten Karanganyar. Proyek pelebaran dan pelandaian jalan curam yang menghubungkan dua daerah tersebut diharapkan selesai tahun 2007. 
 
 
Obyek wisata ini dapat ditempuh dari Kota Magetan; dan lokasinya tak jauh dengan Air Terjun Grojogan Sewu, Tawangmangu (Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah).

Pemkab Magetan juga ingin mengembangkan Waduk Poncol (sekitar 10 kilometer arah selatan Telaga Sarangan) sebagai obyek wisata alternatif.
 
 
Sumber : Wikipedia



PONOROGO : Kirim BB ke Laboratorium Mabes Polri

Kirim BB ke Laboratorium Mabes Polri

KOTA – Pengungkapan kasus pembunuhan Frista Fransiska, 17, siswi SMKN 1 Ponorogo, semakin berliku. Sebab, polisi harus mengirim salah satu barang bukti (BB) ke Mabes Polri di Jakarta setelah sempat transit di Labfor Polda Jatim. ‘’Kalau hanya tes DNA untuk mengetahui siapa ayah bayi, polda sudah bisa. Tapi ada alat bukti lain yang perlu diuji laboratorium dan itu adanya di mabes,’’ jelas Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Misrun, kemarin (19/7).

Apa benda yang dikirim ke Mabes Polri? Mantan Kasat Narkoba Polresta Madiun itu enggan menjawab. Kata dia, alat bukti tersebut amat penting dan terkait langsung dengan pelaku pembunuhan. ‘’Kami temukan saat olah TKP. Demi kepentingan penyelidikan, kami tidak bisa menyebutkan,’’ tegas Misrun.

Hasil tes laboratorium dari Mabes Polri itu, menurut Misrun, dapat diketahui sepekan atau dua pekan mendatang. Jika hasil uji tes DNA sudah diketahui,, pihaknya optmistis proses penyelidikan bakal mendapatkan titik terang. Apalagi, pihaknya sudah mendapatkan keterangan dari 40 saksi selama ini diperiksa bergantian. ‘’Kuncinya pada hasil uji lab. Tapi kami terus mencari fakta dan informasi untuk mengungkap kasus pemnbunuhan ini,’’ tandasnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Ponorogo, sudah tidak ada saksi lagi yang diperiksa penyidik terkait pembunuhan gadis yang mayatnya ditemukan mengenaskan di selokan dekat warung es degan Desa Maron, Kauman, jalur Ponorogo-Wonogiri itu. Saptoni, ayah korban, yang sempat dimintai keterangan intensif selama beberapa hari sudah boleh pulang.

Polisi mengamankan tiga alat bukti penting saat olah TKP. Yakni, belasan helai rambut yang berada di genggaman tangan korban, sebelah sendal jepit ukuran 43, dan batu besar penuh noda darah. Rista –sapaan Frista Fransiska—ditemukan tewas dengan empat luka tikaman senjata tajam dan bekas hantaman batu besar di wajah, pada Jumat (12/7) malam lalu. Polisi sempat membongkar makam korban di Kauman untuk mengambil sampel darah janin tujuh bulan di rahim korban sebelum dikirim ke Labfor Polda Jatim. Ayah jabang bayi itu diyakini sebagai pembunuh Rista. (dhy/hw)






Sumber : Radar Madiun



Mp3 Ketoprak Saridin

A. SYEH JANGKUNG, SARIDIN LAHIR
  1. Kethoprak – Syeh Jangkung (Saridin) Lahir _1a
  2. Kethoprak – Syeh Jangkung (Saridin) Lahir _1b
  3. Kethoprak – Syeh Jangkung (Saridin) Lahir _2a
  4. Kethoprak – Syeh Jangkung (Saridin) Lahir _2b
  5. Kethoprak – Syeh Jangkung (Saridin) Lahir _3a
  6. Kethoprak – Syeh Jangkung (Saridin) Lahir _3b
 B. SYEH JANGKUNG, ANDUM WARIS
  1. Syeh Jangkung, Andum Waris 1a
  2. Syeh Jangkung, Andum Waris 1b
  3. Syeh Jangkung, Andum Waris 2a
  4. Syeh Jangkung, Andum Waris 2b
  5. Syeh Jangkung, Andum Waris 3a
  6. Syeh Jangkung, Andum Waris 3b
  7. Syeh Jangkung, Andum Waris 4a
  8. Syeh Jangkung, Andum Waris 4b
  9. Syeh Jangkung, Andum Waris 5a
  10. Syeh Jangkung, Andum Waris 5b
 C. SYEH JANGKUNG, GEGER PALEMBANG
  1. Syeh Jangkung, Geger Palembang 1
  2. Syeh Jangkung, Geger Palembang 2
  3. Syeh Jangkung, Geger Palembang 3
  4. Syeh Jangkung, Geger Palembang 4
  5. Syeh Jangkung, Geger Palembang 5
D. SYEH JANGKUNG, ONTRAN-ONTRAN CIREBON
  1. Syeh Jangkung, Ontran-ontran Cirebon 01
  2. Syeh Jangkung, Ontran-ontran Cirebon 02
  3. Syeh Jangkung, Ontran-ontran Cirebon 03
  4. Syeh Jangkung, Ontran-ontran Cirebon 04 (tamat)
E. SYEH JANGKUNG, BEDHAHING NGEROM
  1. Seri Syeh Jangkung, Bedhahing Ngerum1_1
  2. Seri Syeh Jangkung, Bedhahing Ngerum1_2
  3. Seri Syeh Jangkung, Bedhahing Ngerum1_3
  4. Seri Syeh Jangkung, Bedhahing Ngerum2_1
  5. Seri Syeh Jangkung, Bedhahing Ngerum2_2
  6. Seri Syeh Jangkung, Bedhahing Ngerum2_3
  7. Seri Syeh Jangkung, Bedhahing Ngerum3_1
  8. Seri Syeh Jangkung, Bedhahing Ngerum3_2
  9. Seri Syeh Jangkung, Bedhahing Ngerum3_3
  10. Seri Syeh Jangkung, Bedhahing Ngerum4_1
  11. Seri Syeh Jangkung, Bedhahing Ngerum4_2
  12. Seri Syeh Jangkung, Bedhahing Ngerum4_3
  13. Seri Syeh Jangkung, Bedhahing Ngerum5_1
  14. Seri Syeh Jangkung, Bedhahing Ngerum5_2
  15. Seri Syeh Jangkung, Bedhahing Ngerum5_3
  16. Seri Syeh Jangkung, Bedhahing Ngerum6_1
  17. Seri Syeh Jangkung, Bedhahing Ngerum6_2
  18. Seri Syeh Jangkung, Bedhahing Ngerum6_3
  19. Seri Syeh Jangkung, Bedhahing Ngerum7_1
  20. Seri Syeh Jangkung, Bedhahing Ngerum7_2
  21. Seri Syeh Jangkung, Bedhahing Ngerum7_3
  22. Seri Syeh Jangkung, Bedhahing Ngerum8_1
  23. Seri Syeh Jangkung, Bedhahing Ngerum8_2
  24. Seri Syeh Jangkung, Bedhahing Ngerum8_3(tamat)
F. SYEH JANGKUNG, SULTAN AGUNG TANI
  1. Saridin Sultan Agung Tani 1a
  2. Saridin Sultan Agung Tani 1b
  3. Saridin Sultan Agung Tani 2a
  4. Saridin Sultan Agung Tani 2b
  5. Saridin Sultan Agung Tani 3a
  6. Saridin Sultan Agung Tani 3b
  7. Saridin Sultan Agung Tani 4a
  8. Saridin Sultan Agung Tani 4b
G. SYEH JANGKUNG, KERIS JANGKUNG
  1. Keris Jangkung 01
  2. Keris Jangkung 02
  3. Keris Jangkung 03
  4. Keris Jangkung 04
  5. Keris Jangkung 05
  6. Keris Jangkung 06
  7. Keris Jangkung 07
  8. Keris Jangkung 08
  9. Keris Jangkung 09
  10. Keris Jangkung 10
  11. Keris Jangkung 11
  12. Keris Jangkung 12
  13. Keris Jangkung 13
  14. Keris Jangkung 14
H. SYEH JANGKUNG, LULANG KEBO LANDOH
  1. Syeh Jangkung, Dumadine Lulang Kebo Landoh_1_1
  2. Syeh Jangkung, Dumadine Lulang Kebo Landoh_1_2
  3. Syeh Jangkung, Dumadine Lulang Kebo Landoh_1_3
  4. Syeh Jangkung, Dumadine Lulang Kebo Landoh_2_1
  5. Syeh Jangkung, Dumadine Lulang Kebo Landoh_2_2
  6. Syeh Jangkung, Dumadine Lulang Kebo Landoh_2_3
  7. Syeh Jangkung, Dumadine Lulang Kebo Landoh_3_1
  8. Syeh Jangkung, Dumadine Lulang Kebo Landoh_3_2
  9. Syeh Jangkung, Dumadine Lulang Kebo Landoh_3_3
  10. Syeh Jangkung, Dumadine Lulang Kebo Landoh_4_1
  11. Syeh Jangkung, Dumadine Lulang Kebo Landoh_4_2
  12. Syeh Jangkung, Dumadine Lulang Kebo Landoh_4_3
  13. Syeh Jangkung, Dumadine Lulang Kebo Landoh_5_1
  14. Syeh Jangkung, Dumadine Lulang Kebo Landoh_5_2
  15. Syeh Jangkung, Dumadine Lulang Kebo Landoh_5_3
  16. Syeh Jangkung, Dumadine Lulang Kebo Landoh_6_1
  17. Syeh Jangkung, Dumadine Lulang Kebo Landoh_6_2
  18. Syeh Jangkung, Dumadine Lulang Kebo Landoh_6_3
  19. Syeh Jangkung, Dumadine Lulang Kebo Landoh_7_1
  20. Syeh Jangkung, Dumadine Lulang Kebo Landoh_7_2
  21. Syeh Jangkung, Dumadine Lulang Kebo Landoh_7_3
  22. Syeh Jangkung, Dumadine Lulang Kebo Landoh_8_1
  23. Syeh Jangkung, Dumadine Lulang Kebo Landoh_8_2
  24. Syeh Jangkung, Dumadine Lulang Kebo Landoh_8_3
SYEH JANGKUNG, ANDHA RANTE
  1. Serial Syeh Jangkung, Andharante_1
  2. Serial Syeh Jangkung, Andharante_2
  3. Serial Syeh Jangkung, Andharante_3
  4. Serial Syeh Jangkung, Andharante_4







MAGETAN - Pelantikan SMS Telan Rp 300 Juta

 Pelantikan SMS Telan Rp 300 Juta

MAGETAN – Kesan mahal masih akan tampak dalam prosesi pelantikan H Sumantri-Samsi (SMS), pasangan Bupati dan Wakil Bupati Magetan terpilih yang rencananya dilaksanakan Rabu (23/7) mendatang. Meski durasi pelatikan yang dilakukan Gubernur Jatim H Soekarwo itu diprediksi tak lebih dua jam dan tanpa suguhan konsumsi (karena bertepatan Ramadan), tetap saja menelan anggaran sebesar Rp 300 juta.

Penyerapan biaya terbesar pada persiapan dan dekorasi ruangan di gedung dewan. ‘’Sekarang sudah mulai menata perlengkapan untuk acara pelantikan,’’ terang Iswahyudi Yulianto, sekretaris DPRD Magetan, kemarin (19/7).

Dia mengklaim anggaran pelantikan Rp 300 juta itu masih kalah jauh dibandingkan di Kota Batu yang baru saja mengadakan prosesi serupa. Anggaran yang disediakan mencapai Rp 750 juta. ‘’Anggaran yang kami kelola tidak ada apa-apanya dibanding daerah lain,’’ ungkapnya.

Pihaknya menampik jika prosesi pelantikan SMS yang menjabat kali kedua ini dikonsep glamor. Acara dikemas sederhana meski dihadiri 700 hingga 900 undangan. ‘’Acaranya singkat saja karena gubernur punya keterbatasan waktu. Jadi harus menyesuaikan agenda gubernur,’’ paparnya.

Yuli menegaskan, tidak seluruh undangan boleh masuk aula DPRD. Pasalnya, ruangan yang kerap dipakai rapat paripurna dewan itu hanya mampu menampung 270 undangan. Sebagian besar tamu akan ditempatkan di halaman DPRD. ‘’Karena kapasitas terbatas. Yang boleh di lokasi itu hanya rombongan gubernur, anggota dewan, satker, dan tokoh masyarakat. Juga dari bupati dan wakil bupati se-Bakorwil Madiun, ditambah Karanganyar, Sragen, dan Solo,’’ jelasnya.

Mengakomodasi tamu yang berada di luar gedung, panitia sengaja memasang LCD proyektor jumbo di sejumlah sudut. Dengan begitu, undangan tetap dapat mengikuti jalannya pelantikan. ‘’Kalau tidak ada proyektornya, kasihan tamu yang berada di luar gedung,’’ ujarnya.

Untuk menunjang kegiatan, ratusan personel kepolisian juga dilibatkan dalam pengamanan. Polisi akan mengamankan pintu keluar masuk undangan dan mensterilkan ruang pelantikan. Tanpa kecuali, mengatur arus lalu lintas di sepanjang jalur menuju gedung DPRD. ‘’Hari ini (kemarin, Red) polisi sudah mulai melakukan gladi kotor,’’ tandasnya. (dip/hw)


Sumber : Radar Madiun



Info Reuni Alumni Smanti 1995

Info Reuni Alumni Smanti 1995

Dengan ini kami sampaikan transparansi penggunaan biaya yg akan dikeluarkan untuk Reuni SMANtab haTI Alumni SMANTI 1995 adalah sebagai berikut :
1. Biaya Cetakan (Undangan, Spanduk, Backdrop) Rp. 1.500.000,-
2. Biaya Sewa Gedung + Sound System Rp. 1.500.000,-
3. Biaya Hiburan (elekton+penyanyi) Rp. 1.500.000,-
4. Biaya Konsumsi Rp. 3.000.000,-
5. Pembuatan Kaos
6. Biaya Tak Terduga Rp. 1.000.000,-
# Total Biaya Rp. 8.500.000,-

Sampai dengan tanggal 15 Juli 2013 biaya yang sudah terkumpul sebesar Rp. 1.850.000,- yang mana telah kami pergunakan untuk uang muka keperluan tersebut diatas. (rincian penerimaan dana dan dana keluar tercatat di bendahara).
Bagi teman-teman yang mau berpartisipasi pada acara ini dipersilahkan untuk berkoordinasi dengan panitia reuni atau dapat pula melalui transfer ke Rekening BCA No. 7915005918 atas nama Anton Pratikno (setelah transfer diharapkan konfirmasi kepada panitia supaya dana dapat kami pertanggung jawabkan).
Demikian yang dapat kami umumkan berkaitan dengan agenda reuni kita, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Ttd



MADIUN : Panwaslu Bakal Dipolisikan

Panwaslu Bakal Dipolisikan

MADIUN – Panwaslu Kota Madiun terancam dipolisikan tim pemenangan pasangan calon pilkada. Itu buntut penertiban alat peraga yang dibantu Satpol PP Kota Madiun dengan dalih berbau kampanye, di kawasan Kecamatan Kartoharjo, Rabu (17/7) malam.

Protes keras di antaranya dating dari tim advokasi pasangan Arief Purwanto–Hari Sutji Kusemedi (AH), tim kampanye Parji–Inda Raya (Pari) serta Achmad Zainudin Iskan–Kus Hendrawan (Awan 19). Menariknya, siang kemarin pasca diprotes, Panwaslu menyatakan bakal menghentikan penertiban di kawasan Kecamatan Manguharjo dan Taman. ‘’Kami akan melakukan upaya hukum, karena Panwaslu sudah melampaui kewenangannya serta diduga melakukan pengrusakan alat peraga pasangan AH,’’ kata Sukriyanto, ketua tim advokasi pasangan AH, kepada Jawa Pos Radar Madiun, kemarin (18/7).

Sukriyanto menambahkan, setelah klarifikasi ke panwaslu, diperoleh keterangan dasarnya adalah perda. ‘’Selain ke polisi kami laporkan ke DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu),’’ tambahnya.

Dia menyebut sedikitnya ada 20 alat peraga pasangan AH di kawasan Kecamatan Kartoharjo dicopot Panwaslu. Pihaknya sudah mengantongi sejumlah bukti. Tim advokasi AH menyebut adanya over kewenangan Panwaslu. Padahal yang punya gawe, lanjutnya, adalah KPUD dan tidak mempermasalahkan. ‘’Yang jadi persoalan juga Satpol PP kok ikut-ikut,’’ ujarnya.

Panwaslu juga dinilai salah dalam menafsirkan Peraturan KPU 14/2010 tentang perubahan atas Peraturan KPU nomor 69/2009 tentang pedoman teknis kampanye KPU kepala daerah dan wakil kepala daerah, Yakni, yang disebut kampanye yakni harus memenuhi unsur paling elementer berupa dilakukan pasangan calon atau tim kampanye, berisi visi dan misi serta mengajak atau menyakinkan orang lain. ‘’Penafsiran Panwaslu itu salah,’’ tegasnya.

Protes juga dilayangkan ketua tim kampanye pasangan Pari, Widodo Ponco Putro yang geram melihat puluhan alat peraga dicopoti. Bahkan, yang membuatnya kecewa dalam penertiban selain dicopot juga diduga ada pengrusakan. Yakni, pada banner yang dipasang itu terdapat konstruksi bambu dan kayu. Ketika dicek ternyata di lokasi hanya menyisakan rangka. Sedangkan banner itu sudah dibawa petugas Panwaslu. ‘’Dalam waktu dekat kami akan melakukan pelaporan ke kepolisian,’’ tegasnya,

Sejumlah lokasi alat peraga pasangan Pari yang ditertibkan di antaranya di Jalan Diponegoro, Jalan Yos Sudarso, Jalan Mastrip, Jalan Bali. ‘’Saya telepon anggota Panwaslu bilangnya dasarnya perda, lho kok bisa? Padahal yang berhak itu petugas Satpol PP,’’ ujarnya.

Sementara itu Supranowo, koordinator penggalangan massa pasangan Pari menyampaikan, hasil klarifikasi ke Panwaslu disebutkan dasar penertiban adalah perda. Meski begitu, Panwaslu tidak dapat menyebutkan nomor perda yang dimaksud. Panwaslu jelas tidak menggunakan UU Pemilu maupun Peraturan KPU. ‘’Tidak bisa Panwaslu gunakan dasar perda pada masalah pemilu,’’ tegasnya.

Ketua tim kampanye Awan 19, Ardianto juga menyanyangkan upaya paksa Panwaslu tersebut. Sesesuai rencana hari ini tim Awan 19 bakal melayangkan protes resmi ke Panwaslu. ‘’KPUD itu sudah benar, harus komulatif unsur-unsurnya sedangkan Panwaslu beda,’’ tegasnya.

Sementara itu, ketua Panwaslu Kota Madiun Agung Harijadi mengamini adanya protes langsung dari sejumlah tim kampanye pasangan calon. Ini terkait penertiban alat peraga di kawasan Kecamatan Kartoharjo. Dia menyampaikan, karena masih ada perbedaan penafsiran antara Panwaslu dan KPUD, penertiban Rabu malam (17/7) menggunakan dasar perda, bukan Peraturan KPU. ‘’Dasarnya menertibkan itu perda. Jadi semacam iklan yang melanggar sehingga kewenangan Satpol PP melakukan penindakan,’’ tegasnya.

Dijelaskan, kondisi di lapangan sudah tepat lantaran yang melakukan penindakan petugas Satpol PP. Seperti, penertiban alat peraga di paku pohon yang jelas dilarang. Dia menambahkan, Panwaslu sudah berkoordinasi dengan Bawaslu Provinsi Jatim. Saat ini Bawaslu Provinsi sudah berkirim surat ke Bawaslu pusat dan KPU pusat. ‘’Selama menunggu surat balasan dari Jakarta, ada instruksi penertiban dihentikan sementara,’’ tandasnya.

Agung mengaku heran dengan kondisi di Kota Madiun. Sebab, di daerah lain jika sudah pengundian dan penetapan nomor urut langsung ditertibkan. (ota/irw)


Sumber : Radar Madiun



MAGETAN : Plt Sekda Seorang Perempuan

Plt Sekda Seorang Perempuan

KOTA – Kursi Sekda Magetan sepeninggal Abdul Azis yang harus meringkuk di Lapas Klas I Medaeng terisi sudah. Mei Sugihartini, inspektur di inspektorat, akhirnya dipercaya menggantikan Abdul Azis yang kini menjadi terdakwa perkara korupsi dana pengadaan lahan Kawasan Industri Rokok (KIR) Bendo. Namun, status Mei sbatas Plt (pelaksana tugas) sekda. ‘’Dalam petunjuk gubernur begitu, masa Plt hingga penyelesaian hukum sekda (Azis, Red) selesai,’’ terang Saif Muchlissun, kabag Humas Prokoler Pemkab Magetan, kemarin (18/7).

Menurut dia, penunjukan Plt sekda dilakukan langsung Gubernur Jatim H Soekarwo. Ini setelah Bupati H Sumantri mengusulkan sejumlah pejabat yang dinilai layak. Namun, Muchlis enggan menyebut nama tiga pejabat lain yang dikirim ke Surabaya. ‘’Bapaknya (Bupati, Red) sendiri yang tahu siapa-siapa pejabat yang diusulkan. Mekanismenya begitu, harus ada usulan dari bupati,’’ jelasnya.

Sejumlah pejabat selama ini disebut-sebut bakal mengisi Plt sekda. Di antaranya, Parni Hadi (kepala dinsonakertrans), Bambang Setiawan (kepala DPU BMCK), Bambang Trianto (kadindik), dan Harry Susanto, (kadinkes). Nama Mei Sugihartini sendiri malah tidak begitu diperhitungkan dalam bursa. ‘’Yang berhak menunjuk itu gubernur,’’ tegas Muchlis.

Meski ditunjuk menduduki Plt sekda, tidak serta merta fasilitas yang selama ini dinikmati Azis ikut pindah tangan. Tunjangan penghasilan PNS masih masuk kantong Azis. Pun, mobil dinas Toyota Camry yang masih berada di garasi rumah dinas sekda di Jalan Jaksa Agung Suprapto. ‘’Kalau tunjangan masih ke pak sekda (Azis, Red). Plt itu hanya menggantikan tugas, tidak sekalian fasilitasnya,’’ urai kabag humas.

Azis sendiri sudah dinonaktifkan berbarengan dengan penunjukan Plt. Kendati begitu, jenjang karirnya masih di tangan gubernur. Pasalnya, yang berhak mengangkat dan memberhentikan sekda adalah gubernur. ‘’Sudah dinonaktifkan oleh gubernur, sekalian menunjuk Plt Bu Mei,’’ tuturnya.

Mei Sugihartini saat dihubungi Jawa Pos Radar Magetan mengatakan, dirinya cukup terbebani dengan penunjukan Plt sekda itu. Tak hanya secara psikologis, tugas yang diembannya dirasa cukup berat. Kendati begitu, perempuan yang juga menjabat Plt asisten pemerintahan ini bakal profesional menjalankan tugas rangkapnya. ‘’Saya tidak bisa membayangkan. Tugas sekda itu cukup berat karena harus mampu mengakomodasi seluruh lembaga pemerintahan,’’ katanya.

Tak mau tugas yang diembannya kedodoran, Mei bakal berkoordinasi dengan seluruh satuan kerja pemerintah daerah (SKPD). Dia ingin membangun pemahaman bersama tentang pemerintahan Magetan ke depan. Sleian itu, melakukan evaluasi tugas pasca penonaktifan sekda. ‘’Evaluasi pasti akan kami lakukan. Sehingga sikap dan pikiran negatif bisa dihilangkan demi membangun kebersamaan,’’ tandasnya. (dip/hw)
 Sumber : Radar Madiun



Hati-hati kotak amal ilegal

Hati-hati kotak amal ilegal

Palembang (ANTARA News) - Bulan suci Ramadhan merupakan momentum umat Islam meningkatkan amal dan ibadah dengan melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan.

Sepanjang bulan Ramadhan umat Muslim menjalankan ibadah puasa dengan serangkaian aktivitas keagamaan lainnya seperti salat tarawih, peringatan turunnya Al Quran, mencari malam Lailatul Qadar, memperbanyak membaca Al Quran termasuk bersedekah.

Melihat bersedekah termasuk salah satu kegiatan ibadah yang harus diperbanyak selama bulan Ramadhan, umat Muslim berupaya menyisihkan sebagian hartanya untuk diberikan kepada orang lain yang kurang mampu secara ekonomi.

Sedekah bisanya diberikan seseorang kepada orang lain yang dinilai layak dibantu secara spontan dan sukarela tanpa dibatasi oleh waktu, tempat, dan jumlah tertentu sebagai kebajikan yang mengharap ridho Allah SWT dan pahala semata.

Selama bulan Ramadhan ini, setiap kesempatan umat Muslim berupaya memperbanyak bersedekah.

Kondisi tersebut ternyata hampir setiap tahun dimanfaatkan oleh oknum masyarakat secara perorangan atau berkelompok sebagai peluang mendapat uang secara cepat dan mudah dengan membuat kotak amal permanen dari bahan plat besi, alumunium, dan kaca, atau bahan seadanya dari kardus.

Oknum masyarakat mengedarkan kotak amal itu diduga untuk kepentingan pribadi, mengatasnamakan organisasi sosial atau yayasan sosial dan panti asuhan tertentu agar aksinya mendapat simpati dari masyarakat dan banyak menerima uang sedekahan.

Peredaran kotak amal tersebut pada 10 Juli 2013 atau awal bulan Ramadhan 1434 Hijriah, belum begitu banyak, namun kini memasuki pekan kedua bulan puasa ini jumlahnya terus bertambah dan keberadaannya mulai dirasakan masyarakat meresahkan.

Warga Kota Palembang, Sumatera Selatan, akhir-akhir ini mengeluhkan peredaran kotak amal "musiman" yang diduga dari organisasi sosial dan panti asuhan fiktif atau dilakukan oleh orang tertentu untuk kepentingan pribadi serta tidak memiliki izin dari instansi pemerintah setempat.

Idrus, salah seorang warga Palembang, mengatakan, kotak amal tanpa izin untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu sekarang ini marak beredar di perempatan lampu merah, kawasan permukiman penduduk, dan sejumlah pusat kegiatan masyarakat.

Keberadaan sekelompok orang yang melakukan penghimpunan atau peminta dana masyarakat atau sumbangan dengan menggunakan kotak amal itu, mulai mengganggu dan meresahkan karena jumlahnya cukup banyak serta sering memaksa.

Peminta sumbangan tidak segan-segan mengetuk kaca mobil yang sedang menunggu giliran arus lalu lintas jalan di jalur lampu merah untuk meminta uang, begitu juga di kawasan permukiman, mereka masuk pagar dan mengetuk pintu rumah secara bergantian beberpa kali dalam sehari.

Peredaran kotak amal itu seperti tahun-tahun sebelumnya, menjelang Hari Raya Idul Fitri jumlahnya akan bertambah atau semakin banyak.

Untuk mencegah terjadinya peningkatan jumlah peminta sumbangan di jalan dan kawasan permukiman penduduk, diharapkan adanya tindakan penertiban dari instansi pemerintah daerah serta aparat berwenang.

Jika kegiatan penghimpunan dana secara tidak syah atau ilegal itu dibiarkan dan jumlahnya terus bertambah, dikhawatirkan dapat menimbulkan masalah keamanan dan sosial, katanya.



Sama Dengan Pungli

Ustadz Haji Irwansyah melihat maraknya orang yang mengedarkan kotak amal dengan mengharap belas kasihan dan uluran tangan di perempatan lampu merah, kawasan permukiman penduduk, dan sejumlah pusat kegiatan masyarakat merupakan tindakan yang tidak terpuji, dosa besar, dan memalukan umat Muslim.

Menurut ajaran Islam, meminta-minta sumbangan atau mengemis dengan cara apapun pada dasarnya tidak disyari`atkan.

Bahkan jika melakukannya dengan cara menipu atau berdusta kepada orang yang dimintai sumbangan dengan alasan untuk membiayai kegiatan organisasi sosial atau yayasan panti asuhan tertentu, maka hukumnya haram dan termasuk dosa besar.

Dalil yang menunjukkan perbuatan dosa besar dan haramnya meminta sumbangan atau mengemis, diriwayatkan Abdullah bin Umar radhiyallahu `anhuma, sabda Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam menyatakan: "Seseorang senantiasa meminta-minta kepada orang lain sehingga ia akan datang pada hari Kiamat dalam keadaan tidak ada sepotong daging pun di wajahnya".

Berdasarkan dali tersebut, diimbau kepada umat Muslim yang sekarang ini melakukan penghimpunan dana masyarakat atau sumbangan berkedok kotak amal itu, agar segera menghentikan praktik yang sama halnya dengan pungutan liar (pungli) yang dilakukan preman pasar.

Meminta sumbangan dengan cara menipu dan alasan untuk membiayai kegiatan organisasi sosial atau yayasan panti asuhan tertentu hukumnya haram dan termasuk dosa besar, sedangkan pungli sesuai dengan aturan hukum di negara Indonesia merupakan tindakan kriminal yang bisa diancam kurungan penjara, katanya.

Dijelaskannya, dalam sebuah hadits terdapat beberapa keadaan yang membolehkan seseorang untuk mengemis atau meminta-minta sumbangan, diantaranya ketika seseorang menanggung beban diyat (denda) atau pelunasan hutang orang lain, dia boleh meminta-minta sampai bisa melunasinya dan berhenti.

Kemudian ketika seseorang ditimpa musibah yang menghabiskan seluruh hartanya, dia boleh meminta-minta sampai mendapatkan sandaran hidup, ketika seseorang tertimpa kefakiran yang sangat sehingga disaksikan oleh tiga orang berakal cerdas dari kaumnya bahwa dia tertimpa kefakiran, maka halal baginya meminta-minta sampai dia mendapatkan penegak bagi kehidupannya.

Untuk mencegah terjadi peningkatan jumlah pelaku pungli berkedok kotak amal itu menghimpun sumbangan di jalan dan di kawasan permukiman penduduk, selain memberikan imbauan melalui cermah agama, perlu adanya tindakan penertiban dari instansi pemerintah daerah dan aparat berwenang, ujar ustadz Irwansyah.

Sementara Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Sumatera Selatan, MS Sumarwan, menanggapi maraknya praktik penghimpunan dana dari masyarakat menggunakan kotak amal tanpa izin sama dengan melakukan praktik pungli.

Oknum masyarakat yang melakukan praktik pungli itu diimbau untuk segera menghentikan kegiatannya, karena perbuatannya itu melanggar hukum dan pihaknya akan melakukan tindakan penertiban berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

Sesuai aturan, setiap kegiatan mengumpulkan uang dan barang sumbangan dari masyarakat harus mendapatkan izin dari pemerintah daerah setempat dalam hal ini Dinas Sosial.

Jika tidak ada izin, kegiatan menarik sumbangan dari masyarakat dengan alasan apa pun apalagi terbukti hanya untuk kepentingan pribadi, merupakan perbuatan melanggar hukum atau ilegal yang bisa dikenakan sanksi hukum berupa kurungan penjara, kata Sumarwan.

Sambil dilakukan tindakan penertiban, pihaknya mengimbau seluruh lapisan masyarakat yang memiliki kemampuan secara ekonomi agar tidak memberikan uang sedekah kepada pembawa kotak amal atau peminta sumbangan di jalan, angkutan umum dan kawasan yang tidak mengantongi izin dari Dinas Sosial serta peruntukannya tidak jelas.


Sumber : Antara News



Pemerintah buka posko pengaduan masalah THR

Pemerintah buka posko pengaduan masalah THR
 
Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi kembali membuka posko pusat pengaduan permasalahan Tunjangan Hari Raya (THR) dan Mudik Lebaran tahun 2013.

"Posko pengaduan THR akan terus dibuka baik di tingkat pusat maupun di daerah, sehingga karyawan yang belum mendapatkan THR tetap memiliki kesempatan untuk melakukan pengaduan dan dibantu penyelesaian masalahnya," kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar di Jakarta, Jumat.

Selain menerima laporan pengaduan dari para pekerja/buruh jika perusahaannya tidak membayar THR sesuai ketentuan, Posko Pengaduan THR di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi juga melayani jasa konsultasi gratis tentang pembayaran THR bagi perusahaan.

Posko pengaduan THR tahun lalu telah menyelesaikan 28 pengaduan dari berbagai daerah. Penyelesaian pengaduan dilakukan dengan melibatkan perusahaan pemberi kerja dan dinas tenaga kerja setempat.

"Tahun lalu sebagian besar permasalahan yang diadukan didominasi keluhan karena belum menerima THR dan laporan sementara, karena diduga perusahaan tidak akan mau membayar namun ada juga yang bersifat konsultasi soal THR," tutur Muhaimin.

"Saya tegaskan kembali kalau ada perusahaan yang tidak bayar THR akan kita tindak. Tindakannya itu mulai dari penyadaran, teguran, mediasi sampai tuntutan hukum ke pengadilan," katanya.

Menurut dia, kementerian dan dinas ketenagakerjaan setempat akan menindaklanjuti pengaduan dengan memanggil perwakilan perusahaan untuk melakukan mediasi dengan pekerja.

"Namun apabila perusahaan tetap membandel dan menolak membayarkan THR kepada pekerjanya maka kita bisa menugaskan pengawas ketenagakerjaan untuk melakukan penyelidikan mendalam dan menyiapkan tuntutan secara hukum ke pengadilan," katanya.

Pemerintah, lanjut dia, akan terus memantau dan mengawasi pembayaran THR di pusat dan daerah, terutama menyangkut aspek ketepatan waktu dan nilai THR. Setiap pelanggaran hak normatif pekerja akan dikenai sanksi tegas.

"Pembayaran THR bagi pekerja/buruh ini diberikan sekali dalam setahun oleh perusahaan dan pembayaraannya sesuai dengan hari keagamaan masing-masing serta dibayarkan selambat-lambatnya tujuh hari sebelum Hari Raya Keagamaan," tegas Muhaimin.

Setiap perusahaan yang mempekerjakan pekerja/buruh, wajib untuk memberikan THR keagamaan kepada pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja tiga bulan secara terus-menerus atau lebih.

Menurut ketentuan, pekerja/buruh yang bermasa kerja 12 bulan secara terus-menerus atau lebih berhak mendapat THR keagamaan sebesar satu bulan upah.

Sementara pekerja/buruh yang bermasa kerja tiga bulan secara terus-menerus tetapi kurang dari 12 bulan, diberikan secara proporsional dengan menghitung jumlah bulan kerja dibagi 12 bulan dikali satu bulan upah.
 
 
Sumber : Antara News



NGAWI : Razia Daging, Temukan Cacing

Razia Daging, Temukan Cacing
 
KOTA – Ini peringatan bagi warga agar berhati-hati saat hendak membeli daging sapi. Hasil razia tim dinas peternakan dan perikanan di Pasar Padas, Karangjati, kemarin (18/7), petugas menemukan daging sapi yang di dalamnya terdapat cacing hati. ‘’Ada satu pedagang yang menjual hati sapi yang terdapat cacing hati,’’ ujar Tri Wahyu Yulistiani, kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Ngawi.

Cacing hati itu terdeteksi saat petugas melakukan pengecekan dengan alat PH meter daging. Begitu ditemukan, tim langsung mengamankan sepotong daging sapi tersebut. ‘’Untuk kami jadikan barang bukti bahwa ada penjual yang menjual daging sapi tak layak konsumsi,’’ terang Tri.

Adanya cacing dalam daging sapi itu itu, lanjut dia, bukan akibat lamanya penyimpanan. Melainkan karena hewannya tidak sehat. ‘’Pembeli harus jeli kalau membeli daging sapi,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Ngawi.

Tim dinas peternakan dan perikanan juga mengimbau kepada para pedagang agar menghindari penjualan daging yang tidak layak konsumsi karena merugikan konsumen. ‘’Jangan dikonsumsi karena berbahaya, kalau ada daging yang biru-biru agar segera ditarik,’’ tegasnya.

Tri menambahkan, tim dinas peternakan dan perikanan melakukan sidak di tiga pasar, yakni Pasar Beran, Pasar Padas, dan Pasar Besar Ngawi. Sementara itu, harga daging sapi kualitas bagus kemarin mencapai Rp 100 ribu perkilogram. Sedangkan kualitas sedang Rp 75 ribu. Sementara, daging ayam Rp 32 ribu. (mg6/isd)
 
 
Sumber : Radar Madiun



PONOROGO : Ada Tiga Pria di TKP Pembunuhan

Ada Tiga Pria di TKP Pembunuhan
KOTA – Harapan mengungkap kasus pembunuhan Frista Fransiska, 17, siswi SMKN I Ponorogo, agaknya tinggal bertumpu hasil uji DNA. Sebab, polisi belum juga menemukan titik terang jati diri pembunuh kendati sudah memeriksa 40 saksi. ‘’Belum ada perkembangan berarti, tetapi petunjuk sekecil apapun tetap kami dalami terus,’’ kata Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Misrun, kemarin (18/7).

Dia menyebut kendala pengungkapan kasus pembunuhan gadis hamil tujuh bulan itu karena korban memiliki banyak teman dekat. Selain itu, Rista –sapaan Frista Fransiska—selama hidup terlalu tertutup menyimpan rahasia pribadinya ke keluarga maupun teman-temannya. ‘’Kami tetap melakukan pemeriksaan saksi-saksi sambil menunggu hasil tes DNA,’’ terang Misrun.

Pun, muncul petunjuk cukup berharga di saat-saat terakhir sebelum anak perempuan pasangan Saptoni dan Siti Fatimah, warga Kauman, itu ditemukan tewas mengenaskan di selokan, pada Jumat (12/7) malam lalu. Ada saksi yang melihat Rista dijemput seorang pria naik motor matik putih di depan warnet berjarak sekitar 500 meter dari rumahnya.

Saksi lain juga melihat dua lelaki naik motor Honda GL malam-malam berada di warung es degan Desa Maron, jalur Ponorogo-Wonogiri, tempat mayat korban ditemukan. Namun, motor matik putih sudah tidak terlihat di lokasi. Saksi melihat di TKP (tempat kejadian perkara) terdapat tiga pria. ‘’Dua remaja dan satu dewasa, kami sedang menelusuri plat nomornya’’ ujar sumber Jawa Pos Radar Ponorogo di internal kepolisian.

Sementara itu, Saptoni di depan penyidik mencurigai dua teman dekat anaknya yang sering menjemput ke rumah. Saptoni membantah terlibat, kebiasannya memanggil Fista pulang malam karena kangen seharian tidak ketemu. Korban selama ini tidur di ruangan terpisah yang bersebalahan dengan kamar ayahnya. ‘’Alibi semua saksi terus diuji,’’ masih kata sumber itu.

Seperti diberitakan, Rista ditemukan sudah menjadi mayat di selokan dengan empat luka tusuk dan bekas hantaman batu besar di wajah. Polisi akhirnya sengaja membongkar makam korban untuk mengambil sampel darah janin tujuh bulan di rahim korban sebelum dikirim ke Labfor Polda Jatim. Sebab, ayah jabang bayi itu diyakini sebagai pembunuh Rista. (dhy/hw)


Sumber : Radar Madiun



NGAWI : Jupiter Angkut Mercon Ludes Terbakar

Jupiter Angkut Mercon Ludes Terbakar

GENENG – Pengendara di jalan raya Ngawi-Maospati, tepatnya Desa Klitik, Kecamatan Geneng, kemarin (16/7) dikejutkan terbakarnya sebuah motor Yamaha Jupiter Z yang sedang mengangkut mercon dan kembang api. Besarnya kobaran api menyebabkan motor warna biru itu tinggal menyisakan kerangka.

Bian Yustemi, 20, saksi mata, mengaku sempat melihat dua kardus yang diangkut motor dari arah Maospati itu mengeluarkan asap dan terbakar. Pengguna jalan yang mengetahui hal itu memberi tahu si pengendara Jupiter hingga berhenti di pinggir jalan. ‘’Sejak berjalan dari arah timur sudah mengeluarkan api,’’ ujarnya,

Mengetahui kardus berisi kembang api dan mercon terbakar, lanjut dia, pengendara Jupiter berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. ‘’Karena apinya membesar, pria itu mencoba membuangnya ke parit, tapi nyantol di pohon dan merconnya meledak,’’ ungkapnya. Pria tersebut kemudian kabur dengan naik sebuah sebuah bus ke arah Ngawi.

Terbakarnya mercon dan kembang api yang diletakkan di jok belakang itu diduga akibat bersentuhan dengan knalpot. Banyaknya pengguna jalan yang ingin melihat kejadian itu membuat arus lalu lintas Ngawi-Maospati sempat tersendat sekitar 30 menit.

Polisi yang mendapat laporan, langsung menuju ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Pun mengamankan sisa petasan, kembang api dan motor Jupiter tanpa pelat yang hangus. Polisi sempat mencari nopol motor tersebut di sawah dan parit dekat lokasi, namun nihil. ‘’Kelihatannya tadi dibawa, soalnya orangnya terlihat ketakutan dan bingung,’’ ucapnya.

Kasatlantas Polres Ngawi AKP Gathut Bowo Supriyono mengatakan, hawa panas knalpot diduga memicu terjadinya kebarakan kardus berisi mercon dan kembang api. Pihaknya sudah memintai keterangan sejumlah saksi. ‘’Masih kami selidiki,’’ tegasnya. (mg6/pra/isd)
Sumber : Radar Madiun



MAGETAN : Dinkes Magetan Sita Makanan dan Minuman Kedaluwarsa

Dinkes Magetan Sita Makanan dan Minuman Kedaluwarsa

 

Magetan - Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan, Jawa Timur, menyita puluhan produk makanan dan minuman yang telah kedaluwarsa atau melebihi batas waktu berlaku aman dikonsumsi dari sejumlah toko di wilayah setempat.

Kasi Farmasi, Makanan, Minuman, dan Perbekalan Kesehatan, Dinkes Magetan, Enbruari Sugeng, mengatakan, puluhan produk makanan dan minuman tidak layak tersebut sangat membahayakan konsumen jika dikonsumsi.

"Karena itu harus ditarik atau disita dan tidak boleh diperdagangkan. Para pengelola toko seharusnya telah paham hal tersebut," ujar Sugeng, kepada wartawan, Minggu.

Menurut dia, jumlah produk makanan dan minuman yang disita oleh petugas mencapai 41 item yang didapatkan dari sebanyak 33 toko di wilayah Magetan dan sekitarnya.

Produk makanan dan minuman kedaluwarsa tersebut kemudian dijadikan barang bukti. Selain itu, barang bukti tersebut juga akan dimusnahkan.

"Sedangkan bagi para pengelola toko hanya diberi peringatan. Namun, apabila mengulangi, maka akan diberi sanksi tegas berupa denda Rp500 juta hingga hukuman kurungan selama lima tahun," kata dia.

Hal tersebut telah diatur dalam UU Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan dan UU Nomor 9 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Sugeng menambahkan, makanan dan minuman kedaluwarsa tersebut didapatkan melalui operasi yang digelar petugas selama beberapa hari terakhir menjelang bulan Ramadhan.

Pihaknya menilai, tingkat konsumsi masyarakat selama bulan Ramadhan akan meningkat dan hal tersebut terkadang disalahgunakan oleh oknum pedagang makanan untuk mendapatkan keuntungan.

Guna mengantisipasi hal tersebut, pihaknya akan rutin mengelar razia selama bulan Ramadhan hingga menjelang lebaran mendatang. Diharapkan dengan razia peredaran makanan dan minuman kedaluwarsa dapat dicegah.




Sumber: antarajatim.com



Imbas Sekolah Favorit di Kota

Imbas Sekolah Favorit di Kota


KOTA – Belum terpenuhinya rombongan belajar (rombel) membuat sekolah pinggiran terancam gulung tikar. Kalangan wakil rakyat menyebut fenomena itu merupakan imbas longgarnya dinas pendidikan (dindik) dalam penentuan rombel sekolah di perkotaan.

Djoni Purnomo, anggota Komisi A DPRD Magetan, menyebut sekolah di kota, terutama sekolah favorit, selama ini cenderung diberi kebebasan menambah ruang kelas untuk bisa menampung siswa sebanyak mungkin.

‘’Jadinya, siswa di pedesaan lebih memilih sekolah di perkotaan. Kalau sekolah unggulan itu tidak dibatasi, ya begini jadinya,’’ ujarnya kemarin (7/7). Di sisi lain, kata dia, minimnya siswa sekolah pinggiran juga dipengaruhi faktor interen seperti lembaga yang kurang inovatif melakukan gebrakan dalam menerapkan metode pembelajaran.

Djoni menuturkan, fenomena lunturnya pamor sekolah pinggiran terjadi sejak tiga tahun terakhir. Jumlah siswa terus mengalami penurunan drastis. Bila kondisi terus berlanjut hingga beberapa tahun ke depan, sekolah pinggiran diprediksi semakin tenggelam. ‘’Kami tidak bisa membayangkan kalau nantinya sekolah yang bangunannya megah itu akan tutup,’’ ucap legislator PKS tersebut.

Karena dianggap sudah kronis, kata dia, pihaknay berencana memanggil Bambang Trianto, kepala Dindik Magetan, guna dimintai keterangan seputar karut-marut penataan siswa baru. Selain itu, mekanisme yang akan diterapkan untuk menyelamatkan sekolah pinggiran. ‘’Sudah harus ada terobosan dan perencanaan matang untuk bisa menyelesaikan persoalan ini,’’ tuturnya.

Syahrir, pengamat pendidikan lokal, mengatakan, sedikitnya 5 sekolah jenjang SMA dan 8 sekolah tingkat SMP yang belum bisa memenuhi kuota siswa baru tahun ini. Padahal, sekolah yang mayoritas pelosok itu sudah jemput bola untuk menarik calon siswa. Di antaranya, mengiming-imingi seragam dan biaya sekolah gratis. ‘’Meskipun sudah ‘diobral’, tapi belum juga bisa memenuhi rombel,’’ tuturnya.

Menurut Syahrir, dindik harus bisa memproteksi sekolah pinggiran agar tidak gulung tikar. Salah satunya dengan melakukan sistem rayonisasi dalam penerimaan siswa baru. ‘’Kalau dengan rayon, kuota sekolah unggulan dibatasi,’’ jlentrehnya.

Kepala Dindik Magetan Bambang Trianto tak memungkiri bila sejumlah sekolah pinggiran yang masih kekurangan siswa. Meski begitu, pihaknya belum berniat menutup sekolah yang minim murid tersebut. Sejauh ini, kata dia, dindik masih berkoordinasi dengan MKKS (musyawarah kerja kepala sekolah) untuk mengurai persoalan itu. ‘’Ya sudah kami coba untuk bicara bersama. Mudah-mudahan masing-masing sekolahan bisa berjalan sebagaimana mestinya. Tidak harus ada yang dikorbankan,’’ ucapnya. (dip/isd) 
Sumber : Radar Madiun 



Magetan : Jaksa Ngotot Sidik Venly dkk

Jaksa Ngotot Sidik Venly dkk


KOTA – Jaksa tetap bersikukuh melanjutkan penyidikan kasus dugaan korupsi dana pengadaan lahan Kawasan Industri Rokok (KIR) Bendo. Tak urung, empat pejabat Pemkab Magetan yang sudah ditetapkan sebagai tersangka harus kembali berhadapan dengan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat. ‘’Mulai kemarin (Selasa, Red) sudah kami buka-buka lagi berkas pemeriksaan yang dulu. Paling lambat minggu depan dimulai lagi penyidikannya,’’ terang Kasi Pidsus Kejari Magetan Iwan Winarso, kemarin (10/7).

Iwan lagi-lagi mengesampingkan upaya kasasi yang kini tengah ditempuh Venly Nicholas, staf ahli bupati; Eko Muryanto, kabag administrasi pemerintahan umum; Suwadji, mantan asisten I, dan Awang Ari Faini Rudin. Bahkan, Iwan memastikan proses penyidikan sudah menyentuh pokok perkara. ‘’Kalau kasus posisi sama dengan penyidikan sekda (Abdul Azis) karena objeknya sama, pengadaan lahan KIR. Keempatnya, juga bagian dari Tim-9,’’ ungkap jaksa asal Malang tersebut.

Tim-9 adalah tim bentukan Pemkab Magetan untuk membebaskan lahan KIR seluas 1.600 meter persegi. Kata Iwan, pihaknya bisa saja langsung melimpahklan berkas perkara Venly dkk itu ke Pengadilan Tipikor Surabaya sebagaimana berkas perkara dengan terdakwa Sekda Abdul Azis. Asumsinya, pengadilan menolak berkas itu jika jaksa dinilai tidak berwenang melakukan penyidikan seperti yang disoal Venly dkk lewat upaya kasasi. ‘’Itu (pelimpahan) bisa kami lakukan kapan saja,’’ tegas kasi pidsus.

Terpisah, Indra Pringkasa, penasihat hukum (PH) Venly dkk, menilai tidak etis jika penyidikan dilanjutkan di saat putusan kasasi belum turun.. Dia merasa hak-hak kliennya kerap dilanggar selama penyidikan kasus KIR berlangsung. Asas praduga tidak bersalah juga diabaikan. ‘’Saya sudah berulang kali katakan, jaksa tidak boleh seenaknya melakukan penyidikan. Status tersangka itu belum tentu bersalah,’’ tandasnya.

Sementara itu, terdakwa perkara KIR, mantan Camat Bendo Wiji Suharto dan Yudi Hartono, adiknya, untuk kali kesekian kembali berhadapan dengan majelis hakim Pengadilan Tipikor Surabaya. Sidang yang digelar kemarin mengagendakan pembacaan tuntutan. Hngga berita ini ditulis, sidang baru dimulai. (dip/hw) 
 Sumber : Radar Madiun



Puluhan Kios Pasar Gorang-Gareng Mangkrak

Puluhan Kios Pasar Gorang-Gareng Mangkrak

MAGETAN – Ironis. Di tengah upaya pemkab menggairahkan ekonomi kerakyatan, kondisi sejumlah pasar di Magetan memprihatinkan. Pasar Gorang-Gareng, misalnya, banyak kios yang rusak dan dibiarkan mangkrak. “Saya saja yang sudah bertahun-tahun di sini tidak tahu siapa yang menempati. Pokoknya bisa ditandai, kalau kiosnya masih bagus berarti ada yang menghuni,” terang Umami, salah seorang pemilik kios, kemarin (13/7).

Umami mengatakan, para penghuni pasar yang masih bertahan saat ini mengalami masalah baru. Saat hujan, air masuk ke emperan toko melalui lubang atap yang ambrol. Rembesan ait menyebabkan lantai becek dan menyisakan genangan hingga menjadi sarang nyamuk. ”Setiap mengawali kerja harus menggunakan lotion dulu,” tambahnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Suwadi tidak menampik rusaknya beberapa kios di Pasar Gorang-Gareng. Dia menyayangkan sejumlah pedagang meninggalkan kiosnya begitu saja. Padahal, sebelum bangunan itu diresmikan, antusiasme mereka begitu tinggi. ”Sekarang nama-nama pengelola kios tersebut masih belum kita ketahui karena kebanyakkan sudah berpindah tangan,” ungkapnya.

Suwadi menduga banyak pedagang yang enggan membuka kiosnya karena pindah ke pasar baru yang berada di dekat terminal lantaran lebih banyak pengunjung. Terkait nganggurnya puluhan kios di pasar lam tersebut, kata dia, pihaknya akan memerintahkan penyewa menemui disperindag. ”Saya akan melayangkan surat panggilan sebanyak tiga kali. Kalau mereka (penyewa kios, Red) tidak menanggapi, langkah terakhir adalah penarikan kios kembali,” tegasnya. (mg4/isd)



Sumber : Radar Madiun



MAGETAN : Pemkab Magetan Coret 10 Ribu Penerima BLSM

Pemkab Magetan Coret 10 Ribu Penerima BLSM

KOTA – Pemkab Magetan mengambil langkah berani dengan menghentikan penyaluran BLSM (bantuan langsung sementara masyarakat) ke 10 ribu penerima. Sebab, mereka dinilai berasal dari kelas ekonomi mapan hingga tidak berhak mendapat dana kompensasi kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak) itu.

‘’Setelah kami lakukan verifikasi, sekitar 25 persen penerima BLSM harus dikembalikan dulu ke pusat. Seluruhnya Magetan mendapat kuota 42 ribu penerima,’’ terang Parni Hadi, kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertran) Magetan, kemarin (15/7).

Hasil verifikasi, kata Parni Hadi, menemukan pemegang kartu penerima BLSM berstempel BPS yang tingkat ekonomiannya berkecukupan. Mereka sebelumnya memang tercatat keluarga miskin (gakin) yang dulu menerima pernah menerima BLT (bantuan langsung tunai). ‘’Kan tidak etis kalau BLSM diberikan kepada warga yang punya rumah besar, sepeda motor, perhiasan, dan HP (handphone). Itu semua tidak mencerminkan masyarakat miskin,’’ ungkapnya.

Pencoretan juga dilakukan terhadap penerima yang sudah pindah rumah dan meninggal dunia. Kartu penerima ditarik lagi untuk menghindari penyalahgunaan di saat masih banyak pihak yang mempersoalkan penerimaan BLSM. ‘’Jumlahnya tidak terlalu besar. Hanya saja, perlu kami waspadai hal-hal yang tidak diinginkan,’’ paparnya.

Parni Hadi meyakinkan jatah penerima yang dibatalkan itu tidak serta merta hangus. Pihaknya sedang melakukan pengadministrasian ulang sebelum data disetorkan ke pemerintah pusat sebagai dasar kuota penerima tahap selanjutnya . ‘’Itu nanti penerima yang dicoret ada penggantinya. Kami sedang melakukan pendataan ulang yang sekarang baru di tingkat kecamatan,’’ urainya.

Menurut dia, proses penggantian penerima BLSM melibatkan perangkat desa dan BPD (badan permusyawaratan desa). Unsur pemerintahan desa itu akan mengusulkan warga baru penerima BLSM. Tidak seperti mekanisme sebelumnya yang mengacu hasil pendataan Badan Pusat Statistik (BPS) 2011. ‘’Itu saja nanti masih dirapatkan di desa dan kecamatan. Sehingga siapa yang berhak menerima BLSM harus benar-benar tepat sasaran,’’ jelasnya. Pihaknya yakin penyaluran BLSM tahap selanjutnya sudah menekan prokontra di masyarakat. Selama pendistribusian bantuan tunai ini banyak muncul aksi protes dan desakan pendataan ulang. Mereka menyoal pendataan yang tidak menyentuh seluruh keluarga miskin. ‘’Sudak kami lakukan langkah-langkah untuk penyaluran BLSM kedepannya,’’ paparnya. (dip/hw)
Sumber : Radar Madiun



PONOROGO : Korban Sering Berganti Pacar

Korban Sering Berganti Pacar

KOTA – Mengungkap kasus pembunuhan Frista Fransiska, 17, sama saja dengan mencari ayah bayi berumur tujuh bulan yang dikandung siswi SMKN 1 Ponorogo ini. Polisi akhirnya putar haluan dengan mengorek keterangan teman pria korban pembunuhan yang mayatnya ditemukan di selokan kawasan Srawungan, jalur utama Ponorogo-Wonogiri, pada Jumat (12/7) malam lalu itu.
Ada saksi yang mengungkapkan jika Rista –sapaan Frista Fransiska— sering berganti pacar. Ada sekitar empat nama remaja pria yang selama ini dikenal dengan gadis asal Dusun Sejeruk Desa Kauman itu. Empat-empatnya juga sudah diperiksa di ruang penyidik Sat Reskrim Polres Ponorogo. ‘’Mereka teman dekat atau bisa dikatakan pacar korban,’’ terang Kapolres Ponorogo AKBP Iwan Kurniawan melalui Kasat Reskrim AKP Misrun, kemarin (16/7).
Dia sempat menyebut nama Roni, 20, warga Sampung yang sering chatting dengan Rista lewat facebook. Juga ada nama Faris, asal Jetis, dan Muksin alias Bojes, warga Sukorejo yang sering menjalin komunikasi dengan korban melalui BlackBerry. Bojes kemarin masih menjalani pemeriksaan intensif lantaran didapati paling intensif berkomunikasi sebelum korban tewas. ‘’Semua terperiksa masih berstatus saksi, belum ada yang mengarah tersangka,’’ tegas Misrun.
Kebiasaan Rista yang senang gonta-ganti pacar diungkapkan Wajiha, 17, teman satu kelasnya. Wajiha kerap menjadi tempat curhat Rista karena sama-sama perempuan. Apalagi, keduanya pernah praktik kerja di Madiun pada April hingga Juni lalu. Saat itu, Rista sering bercerita tentang pacar dan sejumlah mantan pacarnya. Rista juga berterus terang pernah melakukan hubungan badan dengan salah seorang pacarnya. ‘’Hubungan keduanya sudah terlalu jauh,’’ ujar Wajiha kepada Jawa Pos Radar Ponorogo.
Wajiha juga menerangkan bahwa Rista mengaku sedang hamil dua bulan dan ingin menggugurkan kandungannya dengan minum pil. Gadis itu sering terlihat lesu dan ngantuk saat siang. ‘’Tapi tidak cerita siapa yang menghamili,’’ katanya.
Sementara itu, Mukhammad Mukhsin alias Bojes kepada Jawa Pos Radar Ponorogo membenarkan memiliki hubungan khusus dengan Rista. Bojes mengaku kenal dengan korban via BlackBerry. Setelah berkenalan sekitar sebulan, keduanya langsung berpacaran. Bojes juga mengaku sering menjemput Rista di rumahnya untuk diajak jalan-jalan. Saat korban praktik kerja di Madiun, Bojes juga sering mengajaknya ke Sarangan. ‘’Kami memang pernah melakukan hubungan badan,’’ akunya.
Namun, Bojes menolak jika sudah menghamili korban. Saat pacaran, dia sudah melihat perut Rista membuncit. Ketika ditanya, Rista berdalih kegemukan hingga perutnya besar. ‘’Saya pernah membaca SMS di HP Rista, isinya meminta agar kandungannya digugurkan. Tapi dia diam saja ketika saya tanya siapa pengirim SMS itu’’ pungkas Bojes. (dhy/hw)



Sumber : Radar Madiun



PONOROGO : Polisi Bongkar Makam Korban

Polisi Bongkar Makam Korban

KOTA – Tanda-tanda tabir kasus pembunuhan Frista Fransiska, 17, bakal terkuak mulai terlihat. Ini setelah polisi melakukan uji DNA (deoxyribonucleic acid) untuk mengetahui ayah bayi tujuh bulan di rahim siswi SMKN 1 Ponorogo itu. Makam Rista –sapaan Frista Fransiska—terpaksa dibongkar Selasa (16/7) malam lalu untuk mengambil sampel darah yang akan dikirim ke Labfor Polda Jatim. ‘’Yang diambil contoh darah korban dan anaknya,’’ jelas Kapolres Ponorogo AKBP Iwan Kurniawan, kemarin (17/7).
Menurut dia, pihaknya juga mengambil sampel darah pembanding dari laki-laki yang diduga kuat pernah dekat dengan Rista. Hasil tes DNA itu kelak tak akan terbantahkan lagi hingga pembunuh gadis asal Sejeruk, Kauman, Ponorogo, itu terungkap. ‘’Ada beberapa pria yang pernah dekat dengan korban. Makanya butuh tes DNA untuk memastikan siapa bapak dari bayi itu,’’ jelas Iwan.
Kendati sudah meninggal dunia hampir sepakan dan dimakamkan, kata kapolres, sampel darah masih dapat diangkat. Contoh darah itu langsung dikirim ke Surabaya, pagi kemarin. Hasil uji laboratorium forensik diperkirakan dapat diketahui pecan depan. ‘’Tinggal mencocokkan dengan beberapa saksi yang selama ini punya hubungan khusus dengan korban,’’ ujar mantan Kapolres Mojokerto itu.
Iwan optimistis mampu segera mengungkap kasus pembunuhan yang menggegerkan warga itu berangkat dari uji DNA. Sembari menunggu hasil tes laboratorium, penyidik kemarin terus melakukan serangkaian pemeriksaan saksi. Setidaknya sudah ada 19 saksi yang dimintai keterangan. ‘’Kami akan terus bekerja maksimal untuk mengungkap kasus pembunuhan ini,’’ tandasnya.
Pantauan Jawa Pos Radar Ponorogo, Saptoni, 43, ayah korban, kemarin masih menjalani pemeriksaan di salah satu ruang penyidik sat reskrim. Sudah kali ketiga laki-laki yang doyan pista miras itu menjalani penyidikan selama berjam-jam. Alibi saksi ini kembali diuji terkait mayat anak perempuannya yang mengalami luka empat tusuk dan hantaman batu di kepala. Rista ditemukan dalam kondisi mengenaskan di selokan jalur Ponorogo-Wonogiri, masuk Dusun Srawungan Desa Maron, Kauman itu. (dhy/hw)

Sumber : Radar Madiun



Traffic Counter Site


PageRank Checker
View additional information about zest-warnet.info through Majestic SEO Site Explorer.
zest-warnet.info review, PageRank, website value and SEO analytics
zest-warnet.info Webutation

Flag Counter
Zest-Net Info :




Referral Banners