Imbas Sekolah Favorit di Kota

Imbas Sekolah Favorit di Kota


KOTA – Belum terpenuhinya rombongan belajar (rombel) membuat sekolah pinggiran terancam gulung tikar. Kalangan wakil rakyat menyebut fenomena itu merupakan imbas longgarnya dinas pendidikan (dindik) dalam penentuan rombel sekolah di perkotaan.

Djoni Purnomo, anggota Komisi A DPRD Magetan, menyebut sekolah di kota, terutama sekolah favorit, selama ini cenderung diberi kebebasan menambah ruang kelas untuk bisa menampung siswa sebanyak mungkin.

‘’Jadinya, siswa di pedesaan lebih memilih sekolah di perkotaan. Kalau sekolah unggulan itu tidak dibatasi, ya begini jadinya,’’ ujarnya kemarin (7/7). Di sisi lain, kata dia, minimnya siswa sekolah pinggiran juga dipengaruhi faktor interen seperti lembaga yang kurang inovatif melakukan gebrakan dalam menerapkan metode pembelajaran.

Djoni menuturkan, fenomena lunturnya pamor sekolah pinggiran terjadi sejak tiga tahun terakhir. Jumlah siswa terus mengalami penurunan drastis. Bila kondisi terus berlanjut hingga beberapa tahun ke depan, sekolah pinggiran diprediksi semakin tenggelam. ‘’Kami tidak bisa membayangkan kalau nantinya sekolah yang bangunannya megah itu akan tutup,’’ ucap legislator PKS tersebut.

Karena dianggap sudah kronis, kata dia, pihaknay berencana memanggil Bambang Trianto, kepala Dindik Magetan, guna dimintai keterangan seputar karut-marut penataan siswa baru. Selain itu, mekanisme yang akan diterapkan untuk menyelamatkan sekolah pinggiran. ‘’Sudah harus ada terobosan dan perencanaan matang untuk bisa menyelesaikan persoalan ini,’’ tuturnya.

Syahrir, pengamat pendidikan lokal, mengatakan, sedikitnya 5 sekolah jenjang SMA dan 8 sekolah tingkat SMP yang belum bisa memenuhi kuota siswa baru tahun ini. Padahal, sekolah yang mayoritas pelosok itu sudah jemput bola untuk menarik calon siswa. Di antaranya, mengiming-imingi seragam dan biaya sekolah gratis. ‘’Meskipun sudah ‘diobral’, tapi belum juga bisa memenuhi rombel,’’ tuturnya.

Menurut Syahrir, dindik harus bisa memproteksi sekolah pinggiran agar tidak gulung tikar. Salah satunya dengan melakukan sistem rayonisasi dalam penerimaan siswa baru. ‘’Kalau dengan rayon, kuota sekolah unggulan dibatasi,’’ jlentrehnya.

Kepala Dindik Magetan Bambang Trianto tak memungkiri bila sejumlah sekolah pinggiran yang masih kekurangan siswa. Meski begitu, pihaknya belum berniat menutup sekolah yang minim murid tersebut. Sejauh ini, kata dia, dindik masih berkoordinasi dengan MKKS (musyawarah kerja kepala sekolah) untuk mengurai persoalan itu. ‘’Ya sudah kami coba untuk bicara bersama. Mudah-mudahan masing-masing sekolahan bisa berjalan sebagaimana mestinya. Tidak harus ada yang dikorbankan,’’ ucapnya. (dip/isd) 
Sumber : Radar Madiun 

0 Comment:

Traffic Counter Site


PageRank Checker
View additional information about zest-warnet.info through Majestic SEO Site Explorer.
zest-warnet.info review, PageRank, website value and SEO analytics
zest-warnet.info Webutation

Flag Counter

 © www.zest-warnet.info |Get This Widget |

Arsip

Real Time Analytics